Menu
Masalalu, Cafe, Masalalu cafe
Menu

Apa yang tercetus di benak saat mendengar kata-kata karir di coffee shop? Mungkin ‘barista’ adalah pekerjaan pertama yang teringat di benak. Memang, barista sudah terkenal sebagai salah satu pekerjaan yang terkait dengan kedai kopi. Kalau tidak membuat ragam racikan kopi, seorang barista akan melayani pelanggan.

Padahal, bukan itu saja yang bisa dilakukan bila ingin mulai berkarir di kedai kopi. Masih banyak lagi pekerjaan yang terkait dengan operasional coffee shop.

Ragam Karir di Coffee Shop

Nah, apa saja beragam karir di coffee shop? Ini dia daftarnya:

1. Barista.

Seperti yang sudah banyak diketahui, tugas umum barista adalah mempersiapkan ragam racikan kopi pesanan pelanggan. Mereka juga melayani mereka, mulai dari memberi saran menu hingga menangani pembayaran di kasir. Satu hal penting lagi, mereka wajib ramah agar pelanggan betah.

2. Assistant store manager.

Asisten manajer bertanggung jawab atas jalannya operasional harian coffee shop. Mereka mendukung manajer dalam usaha meningkatkan penjualan, mempekerjakan dan melatih barista, mengawasi inventaris kedai, hingga menyelesaikan berbagai masalah yang mungkin akan muncul selama jam kerja.

3. Production assistant.

Asisten produksi adalah pihak di balik persiapan kopi. Mulai dari mempersiapkan kopi dalam kemasan, memenuhi semua aspek pemesanan kopi, memberi label pada kantong kertas belanjaan kedai kopi dan tas, hingga mengawasi persediaan kopi. Mereka juga ikut bertanggung jawab dalam perawatan dan pembersihan inventaris, seperti membersihkan mesin espresso.

4. Administrative assistant.

Asisten administratif mendukung bisnis kopi dari kantor. Mereka-lah tangan dingin dalam urusan dokumentasi, korespondensi bisnis, dukungan telepon dan layanan pelanggan, hingga urusan jadwal serta laporan terkait operasional kedai kopi.

5. Social media manager.

Di era digital, sepertinya hampir semua bisnis mempunyai orang dengan jabatan ini. Begitu pula dengan coffee shop. Manajer media sosial bertanggung jawab seputar brand coffee shop yang mereka pegang. Misalnya: menciptakan brand awareness, mengidentifikasi target pasar, kampanye media sosial, mengikuti trend, hingga menampung saran pelanggan yang biasanya langsung ke DM laman media sosial brand.

6. Roaster and mechanical technician.

Roaster dan mechanical technician berperan besar dalam perakitan, pemasangan, pemeliharaan, dan perbaikan ragam mesin kopi. Mereka-lah yang bertanggung jawab atas keawetan dan perbaikan pada mesin kopi yang menjadi sumber produksi semua pesanan kopi di kedai yang bersangkutan.

7. Coffee store manager.

Manajer kedai kopi bertugas mengawasi operasional kedai kopi. Selain mengembangkan dan menerapkan strategi peningkatan penjualan, mereka juga memotivasi staf agar menciptakan pengalaman positif bagi pelanggan. Mereka juga harus sigap dalam memantau dan meminimalkan kerugian, mengontrol biaya operasional, dan menjaga hubungan baik dengan pihak vendor.

Manajer juga ikut mempekerjakan dan melatih barista, mengawasi inventaris kedai, hingga menyelesaikan berbagai masalah yang mungkin akan muncul selama jam kerja.

8. Graphic designer.

Untuk karir di coffee shop, seorang desainer grafis bertanggung jawab membuat konten visual, baik untuk media cetak maupun digital. Mereka harus menciptakan beragam produk dan bahan yang harus selaras dengan brand. Contoh: membuat produk, iklan, logo, dan lain-lain yang berkaitan dengan kedai kopi tempat mereka bekerja.

9. Green coffee buyer.

Green coffee buyer adalah pihak terdekat dengan vendor kopi yang bekerjasama dengan coffee shop. Mereka-lah yang langsung membeli biji-biji kopi dari petani kopi, mencicipinya sebelum menentukan biji-biji yang akan diteruskan kepada roaster. Ada kalanya mereka harus terbang ke luar negeri khusus untuk mencicipi kopi impor.

Selain mengelola relasi baik antara petani dengan pihak roaster, buyer juga harus mengelola inventaris, menegosiasikan kontrak dan harga, mengawasi protokol pengiriman serta pemrosesan, hingga menangani beragam dokumen. Pekerjaan ini juga membutuhkan pengetahuan kopi tingkat tinggi.

10. Brand manager.

Brand manager harus memastikan bahwa brand kedai kopi mereka tetap relevan dengan pelanggan yang sudah setia dengan yang masih calon pelanggan. Mereka juga harus melakukan analisis pasar, menyimak trend, hingga bekerjasama dengan pihak periklanan terkait dengan usaha branding produk kopi yang mau mereka jual.

11. Sales representatives.

Pihak ini menjual barang-barang terkait kopi, seperti: peralatan khusus hingga biji-biji kopi dalam kemasan. Mereka adalah perwakilan dalam penjualan dan promosi brand kopi. Mereka harus tahu banyak tentang kopi dan trend seputar kopi, sehingga dapat menjual produk dengan baik.

12. Marketing manager.

Sesuai perannya, manajer pemasaran mengembangkan kebijakan pemasaran produk. Mereka mengidentifikasi pasar sasaran, menciptakan permintaan akan produk perusahaan, membantu strategi penetapan harga, dan menganalisis tren pasar. Manajer pemasaran dapat bekerja dengan profesional periklanan lainnya untuk mengembangkan kampanye promosi bagi perusahaan.

14. Production manager.

Manajer produksi mengawasi proses pengemasan dan pengiriman perusahaan pemanggangan. Mereka menjaga komunikasi antara pemanggang kopi, operasi pengemasan, pemrosesan pengiriman dan layanan pelanggan dan mendukung berbagai penanganan kopi dan proses pemanggangan. Manajer produk sering bekerja dengan mesin pengemasan kopi dan teh dan berusaha untuk menjaga efisiensi produksi. Nah, inilah karir di coffee shop yang wajib kamu ketahui. 

Sumber:

https://www.indeed.com/career-advice/finding-a-job/jobs-in-coffee
https://ottencoffee.co.id/majalah/6-profesi-penting-dalam-dunia-kopi
https://id-velopedia.velo.com/6-cara-menjadi-barista-buat-kamu-yang-tertarik-kerja-di-coffee-shop/

Saat ini, bekerja di kedai kopi sudah menjadi pemandangan lumrah. Apalagi, kota-kota besar tempat banyaknya coffee shop. Tidak hanya menu beragam kopi dan camilan yang enak, koneksi internet gratis juga menggugah minat. Mereka yang bekerja di ranah digital juga lazim memilih coffee shop sebagai ‘kantor dadakan’ mereka.

Mengapa bekerja di coffee shop itu seru? Lalu bagaimana dengan mereka yang benar-benar bekerja sebagai staf kedai kopi itu sendiri, seperti barista misalnya? Tulisan ini akan membahas alasan serunya bekerja di coffee shop itu seru.

Dari Sisi Pekerja yang Berkunjung:

Mengapa bekerja di coffee shop itu seru? Inilah lima (5) alasan umum dari sisi pekerja yang berkunjung ke kedai kopi favorit mereka:

1. Jadi tempat favorit para

Pekerja freelance tidak melulu bekerja dari rumah. Kadang mereka dapat ditemukan di co-working space maupun kedai kopi. Apalagi, menu camilan dan kopi favorit dapat menyemangati mereka dalam bekerja, ditambah dengan dekor cantik dan musik apik.

2. Bisa membangun jejaring bisnis maupun pertemanan.

Rapat bersama freelancer soal proyek lazim dilakukan di coffee shop. Tidak hanya itu, mereka juga bisa bertemu banyak orang lain. Bisa jadi, ketemu teman yang membawa teman membuat mereka mendapatkan kenalan baru. Siapa tahu, dari situ bisa juga tercipta bisnis baru.

3. Jadi sumber inspirasi.

Mau itu suasana kafe yang ramai, musik yang apik, dekor cantik, hingga menu yang enak, semua bisa jadi inspirasi. Itulah yang lazim juga terjadi di kedai kopi.

4. Interiornya keren dan bisa sangat

Banyak coffee shop yang jadi pilihan tempat kerja seru karena interiornya yang keren. Banyak yang juga bisa sangat instagrammable. Selain menciptakan suasana santai, dekorasi cantik membuat Anda merasa nyaman.

5. Fasilitas koneksi internet nirkabel gratis.

Daripada pusing dengan kuota internet di rumah yang tahu-tahu anjlok, banyak pekerja freelance yang memilih bekerja di kedai kopi. Dengan wifi lebih kencang dan stabil, serta biasanya gratis, mereka bisa bekerja dengan lebih tenang.

Dari Sisi Staf Kedai Kopi:

Mengapa bekerja di coffee shop itu seru? Inilah lima (5) alasan umum dari sisi staf kedai kopi (terutama barista):

1. Dapat ilmu meracik kopi secara gratis.

Meskipun tidak semua yang kerja di kedai kopi tahu cara melakukannya, minimal Anda sudah pernah terpapar pengalaman ini. Bagi barista, pastinya mereka harus menguasai ilmu meracik kopi. Biasanya, banyak kedai kopi yang menyediakan pelatihan untuk calon karyawan mereka yang ingin menjadi barista.

Seorang barista harus tahu ragam teknik penyeduhan kopi, standardisasi biji kopi, roasting, hingga espresso. Apalagi, jam-jam sibuk di kafe mengharuskan mereka bekerja secepat mungkin membuat beragam pesanan kopi.

2. Lebih dekat ke mesin pembuat kopi.

Coffee grinder dan mesin espresso merupakan inventrasi standar semua coffee shop level kafe. Berhubung harganya mahal, staf kedai kopi punya kesempatan memakainya secara gratis. Tentu saja, asal jangan sampai rusak.

3. Tidak perlu berdandan formal, namun tetap profesional.

Bekerja di kedai kopi tidak perlu pakai jas dan dasi. Yang penting, dandanan rapi agar terlihat menyenangkan di mata pelanggan. Misalnya: pakai kemeja biasa atau kaos polo. Ada juga kedai kopi yang mewajibkan stafnya memakai seragam selama jam kerja. Biasanya, seragam pegawai di coffee shop tidak jauh-jauh dari kaos polo atau T-shirt dengan nama kedai kopi di bagian depannya.

4. Bisa mencicipi kopi gratisan, apalagi yang racikan.

Mengapa bekerja di coffee shop itu seru? Bagi pencinta kopi sejati, berada di kedainya saja sudah terasa seperti surga dunia. Apalagi, mencium aroma biji kopi yang masih segar dapat menaikkan suasana hati menjadi lebih gembira dan bersemangat.

Begitu juga mereka yang bekerja sebagai staf di kedai kopi. Apalagi bila profesi pilihan mereka adalah barista. Setiap hari, barista berkesempatan latihan meracik berbagai jenis kopi. Untuk memastikan racikannya pas, tentu saja harus sedikit dicicipi. Lumayan, minum kopi gratis.

5. Berkenalan dengan banyak orang dan membangun jejaring pertemanan hingga bisnis.

Barista adalah baris depan dalam kedai kopi. Pastinya, mereka harus mengasah kemampuan komunikasi verbal dengan pelanggan berbeda setiap harinya. Apalagi bila yang datang kebetulan berbahasa asing. Makanya, menjadi nilai plus bagi barista yang juga bisa berbahasa asing.

Selama bekerja di coffee shop, pasti banyak juga pelanggan yang mengajak barista mengobrol. Apalagi saat jam-jam sepi. Kita tidak pernah tahu, bisa saja dari momen itu ada jejaring pertemanan yang terbentuk. Bukan tidak mungkin dari sekadar mengobrol bisa tercipta ide bisnis baru di kemudian hari.

Mengapa bekerja di coffee shop itu seru? Inilah alasan-alasan dari kedua belah pihak. Mereka yang sering datang untuk bekerja di sana menuai manfaatnya. Begitu pula mereka yang sungguhan bekerja di sana. Pokoknya, sama-sama enak.

Sumber:

https://merahputih.com/post/read/apa-kerennya-profesi-seorang-barista-5-alasan-ini-bisa-menjawab
https://merahputih.com/post/read/apa-kerennya-profesi-seorang-barista-5-alasan-ini-bisa-menjawab
https://ottencoffee.co.id/majalah/5-alasan-kenapa-coffee-shop-tempat-yang-pas-untuk-kerja

Mengapa banyak orang kantor yang senang sekali nongkrong di coffee shop? Ini bukan sekadar melepas penat atau nongkrong dengan teman-teman selepas kerja. Ada juga yang membawa pekerjaan mereka ke sana. Apalagi, coffee shop langganan mereka mempunyai fasilitas wifi gratis. Makanya, jangan heran bila orang kantoran makin betah berlama-lama di coffee shop.

Ada juga yang beralasan bahwa coffee shop effect menyebabkan mereka bisa lebih fokus dan cepat selesai mengerjakan urusan kantor. Tidak hanya pekerja kreatif atau freelancer, profesional purnawaktu juga banyak yang sepakat dengan alasan ini. Jadi, seperti apa sih, kedai kopi pilihan orang kantoran?

Wifi, Menu yang Enak, dan Kopi yang Sesuai Selera

Banyak alasan orang kantoran memilih bekerja di kedai kopi. Bagi freelancer, biasanya mereka hanya mencari pergantian suasana. Lagipula, bisa suntuk bila terlalu lama mendekam di rumah saja.

Bagi pekerja kantoran, alasannya bisa beragam. Selain lebih dekat dengan sumber kafein, mereka merasa lebih leluasa dan konsentrasi bekerja di coffee shop. Tidak perlu deg-degan sering direcoki bos yang sering mengecek pekerjaan mereka.

Lalu, bagaimana dengan era pandemi Covid-19 ini? Sebagian pekerja mungkin ada yang tetap harus WFH (working from home), sementara sisanya masih WFO (working from office). Ada juga yang terkena jadwal gabungan keduanya. Masihkah orang kantoran memilih coffee shop sebagai pelarian sementara dari tempat kerja?

Jika ya, kedai kopi seperti apa yang jadi pilihan mereka? Inilah daftar kedai kopi pilihan orang kantoran meski pandemi:

1. Kedai kopi dengan interior cantik dan segar, serta pilihan outdoor venue.

Terlalu lama mendekam di kubikel kantor kadang membuat seseorang merasa terpenjara. Memang sih, mereka sudah berusaha mendekorasi kubikel mereka agar terlihat lebih ‘meriah’. Namun, bagaimana bila suntuk belum hilang-hilang juga, sehingga mengganggu konsentrasi kerja?

Solusinya tentu saja kabur sejenak ke kedai kopi. Apalagi bila interiornya cantik dan segar, serta ada pilihan outdoor venue. Siapa tahu, bekerja di udara terbuka bisa melegakan otak dan ide-ide segar kembali keluar dengan lancar.

2. Kedai kopi dengan level kebisingan yang tepat.

Ada yang bisa fokus bekerja dalam suasana tenang. Tapi, ada juga yang malah gelisah, karena merasa seperti bekerja di tengah kuburan, malam-malam pula. Menurut penelitian dari University of British Columbia pada 2021, memang ada orang-orang yang membutuhkan sedikit keramaian untuk menstimulasi otak mereka saat bekerja.

Jika Anda termasuk yang tipe ini, maka tidak heran bila kedai kopi jadi tempat pelarian sempurna, meski hanya sementara. Apalagi, rata-rata level kebisingan di tempat semacam ini sekitar 70 desibel. Masih menurut penelitian yang sama, level kebisingan ini justru memicu ide-ide kreatif dari pemikiran mereka yang membutuhkan “tanda-tanda kehidupan” di sekitar mereka untuk produktif bekerja.

3. Kedai kopi tempat atasan belum tentu akan datang.

Sebaik-baiknya si bos, tetap saja ada yang suka ketar-ketir saat saban hari bos datang mengecek pekerjaan mereka. Rasanya seperti anak kecil yang sedang mengerjakan ujian. Agar tidak tertekan, Anda pun suka kabur sejenak ke kedai kopi … membawa serta pekerjaan, tentu saja.

Tidak salah sih, selama komunikasi dengan atasan tetap terjaga. Jangan sampai atasan mengira Anda kabur untuk membolos, apalagi bila pekerjaan tidak selesai tepat waktu. Jangan sampai kena teguran keras. Selain itu, hindari kabur sejenak ke kedai kopi bila sedang ada rapat penting yang membutuhkan kehadiran semua staf.

4. Kedai kopi yang dapat mendukung munculnya ide-ide kreatif.

Ini juga jadi alasan khas di balik kedai kopi pilihan orang kantoran. Banyak yang saat membayangkan kantor sudah stres duluan. Penyebabnya bisa jadi karena perasaan harus kerja, kerja, dan sekali lagi kerja keras.

Kedai kopi memberikan nuansa yang tentu saja berbeda dengan kantor. Ada rasa rileks yang bisa didapatkan orang kantoran di sini. Apalagi bila kebetulan koneksi wifi lebih kuat daripada di kantor. Ditambah dengan kopi serta camilan enak, bekerja terasa lebih menyenangkan.

5. Pastinya, kedai kopi sebagai sumber ragam minuman berkafein tinggi yang bisa dipilih.

Mungkin banyak yang sepakat bila ada yang bilang, kafein ibarat steroid bagi para pekerja. Ini juga yang menjadi alasan dari munculnya fenomena ‘coffee shop effect’. Efek ini terjadi saat seseorang mengaku merasa lebih cepat menyelesaikan pekerjaan saat di kedai kopi daripada di rumah atau kantor sendiri.

Apalagi, rata-rata kedai kopi tidak menyediakan kopi dalam kemasan sachet. Mereka stok biji-biji kopi dari berbagai jenis tanaman kopi. Kopi yang dihasilkan pun berkualitas tinggi. Level kafein yang dikonsumsi dapat meningkatkan produktifitas pekerja kantoran. Yang tadinya mudah mengantuk karena bosan jadi semakin semangat bekerja.

Nah, inilah daftar kedai kopi pilihan orang kantoran. Tidak hanya yang ada koneksi wifi yang kuat dan menu yang enak, kedai kopi pilihan mereka juga harus menawarkan suasana nyaman.

Sumber:

https://journal.sociolla.com/lifestyle/guide-lifestyle/mengenal-coffee-shop-effect/
https://www.merdeka.com/uang/resep-sukses-kedai-kopi-tetap-bertahan-di-tengah-pandemi.html
https://ottencoffee.co.id/majalah/kedai-kopi-menjadi-tempat-kerja-mengapa-tidak

Saat ini, kopi bukan lagi minuman yang dimonopoli generasi tua. Kopi sudah banyak macamnya, mulai dari yang hitam biasa hingga dicampur susu. Dari pahit ke manis, kopi pun disukai anak muda. Makanya, tidak heran bila bisnis coffee shop kian menjamur, terutama di kota-kota besar seperti di Jakarta.

Apakah Anda termasuk yang ingin memulai bisnis coffee shop di Jakarta? Kenapa tidak? Meskipun pesaingnya sudah banyak, bukan berarti Anda tidak bisa menawarkan sesuatu yang baru atau alternatif menyenangkan. Namun, sebelum langsung tancap gas, sebaiknya coba strategi ini dulu.

Tips Membangun Bisnis Coffee Shop

Nah, berhubung Jakarta sudah banyak coffee shop, apa saja tips membangun bisnis coffee shop di Jakarta yang bisa diterapkan? Inilah tipsnya:

1. Persiapkan modal untuk bisnis kedai kopi.

Tidak ada bisnis yang dimulai tanpa modal yang jelas. Apalagi, bisnis kedai kopi membutuhkan banyak hal agar bisa maju. Dengan persaingan yang cukup berat, Anda harus memulai dengan modal yang mencukupi. Untuk bisnis kedai kopi, minimal satu jutaan rupiah saja sudah cukup.

Setelah itu, mulailah dengan racikan yang sederhana dulu. Selama stok kopi dan alat penyeduh dengan air panas ada, bisnis sudah mulai berjalan. Tidak perlu memaksakan diri dengan langsung membuat racikan kopi super canggih karya barista profesional. Untuk itu, secara bertahap Anda bisa mulai belajar atau merekrut barista yang bisa melakukannya.

2. Putuskan target konsumen kedai kopi.

Siapakah target konsumen yang kira-kira ingin Anda pancing agar tertarik mendatangi coffee shop Anda? Ini juga harus jadi pertimbangan. Tidak hanya perkara demografis usia dan pekerjaan, perkirakan juga penghasilan mereka. Untuk amannya, boleh juga menyebarkan survei kecil-kecilan kepada target konsumen yang tengah Anda incar.

Misalnya: target konsumen kedai kopi Anda adalah mahasiswa, pekerja kantoran usia muda atau 20-an, dan penggemar komunitas sosial. Dari sana, Anda bisa memperkirakan gaji hingga kemampuan berbelanja mereka. Bandingkan dengan lokasi bisnis, desain interior kedai, sampai harga kopi yang akan dijual. Jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang.

3. Mencari penyalur untuk bisnis kedai kopi.

Jika target pasar yang diincar adalah kelas menengah ke bawah, maka penyalur yang dipilih bisa lebih mudah. Misalnya: supplier dari pasar. Meskipun rata-rata berupa kopi bubuk instan, setidaknya pelanggan tetap akan memesannya. Harganya juga pasti akan lebih terjangkau.

4. Putuskan konsep untuk bisnis kedai kopi.

Setiap bisnis coffee shop di Jakarta pasti punya konsepnya masing-masing. Misalnya: ada yang memakai konsep burung hantu dengan mendekor interiornya berupa gambar atau hiasan berbentuk binatang itu. Ada juga yang bertema Nusantara, sehingga beragam jenis kopi lokal pun ikut ditawarkan di sana.

Jadi, putuskanlah konsep untuk bisnis kedai kopi. Bila ingin kedai kopi Anda menjadi tempat untuk bersantai para pengunjung, hindari interior terlalu rumit dan ramai. Pastikan suara musik yang dipasang juga tidak terlalu memekakkan telinga. Apalagi, santai tidak melulu berarti berisik.

5. Tentukan lokasi bisnis kedai kopi.

Bila konsep kedai kopinya berupa warung sederhana, carilah lokasi yang padat penduduk. Pastinya, ada yang akan datang untuk mencicipi kopi buatan Anda barang sebentar. Racikan yang mudah dan familiar pasti tetap akan menarik banyak pengunjung. Apalagi bila Anda menambahkannya dengan cemilan yang tak kalah enak.

Namun, bila konsep kedai kopinya adalah kafe, carilah lokasi strategis. Misalnya: bila ingin kafe Anda didatangi banyak mahasiswa, carilah lokasi dekat kampus atau tempat kursus. Bila sasaran pasar adalah orang-orang kantoran, carilah lokasi dekat area perkantoran.

Ingin yang lebih menarik perhatian banyak orang? Bila lokasi kedai kopi Anda ada di dalam mall, maka ada kemungkinan Anda akan menarik pangsa pasar yang lebih beragam. Misalnya: banyak mahasiswa, orang kantoran, hingga keluarga kecil yang ternyata tertarik mendatangi kedai kopi Anda. Tentu saja, promosinya harus lebih kencang lagi, mengingat mungkin bukan kedai kopi milik Anda saja yang berada di sana.

6. Gencarkan promosi bisnis kedai kopi.

Banyak cara untuk menggencarkan promosi bisnis kedai kopi. Misalnya: word of mouth atau menyebarkan kabar. Untuk ini, mulailah dari orang-orang terdekat dulu. Biasanya, secara otomatis mereka akan menyebarkan cerita mengenai bisnis coffee shop di Jakarta milik Anda.

Namun, jangan hanya berhenti di situ. Manfaatkan juga laman media sosial untuk terus mempromosikan bisnis kedai kopi Anda. Pilihan lain juga berupa tawaran diskon spesial kepada pelanggan pada saat-saat tertentu. Misalnya: diskon hari ulang tahun, perayaan hari besar, hingga belanja dengan nominal tertentu.

7. Setidaknya, punya satu racikan spesial dengan nama unik.

Bila sudah cukup lama berdiri, mulailah mencoba membuat satu racikan kopi spesial yang menjadi ciri khas kedai Anda.

Nah, banyak cara untuk meramaikan bisnis coffee shop di Jakarta milik Anda. Industri ini termasuk sangat dinamis dan dapat mengikuti trend. Bila tanggap terhadap perubahan, siapa tahu kedai kopi Anda bertahan lama dan semakin banyak penggemar.

Sumber:

https://www.jurnal.id/id/blog/2017-6-tips-memulai-bisnis-kedai-kopi-bagi-pemula/
https://kumparan.com/kanya-anindita/7-tips-membangun-bisnis-coffee-shop-yang-sukses-di-2020-1t5Sw2djM3g
https://www.unileverprofessional.com/id/blog/id-pro-tips_tips-dan-kiat-sukses-membangun-usaha-coffee-shop

Apa yang bisa disebut menu coffee shop terbaik di Jakarta Selatan? Pastinya, harus ada kopi. Selain beragam kopi yang enak, harus ada juga makanan dan camilan pendamping. Tidak hanya makan besar, camilan enak dan menu pencuci mulut pun harus ada. Bila disertai dengan rasa enak dan harga terjangkau, pengunjung coffee shop pun betah berlama-lama.

Baik saat makan sendirian, datang bersama pasangan, hingga rombongan bareng keluarga dan teman-teman, pastikan menu pilihan Anda terbaik. Seperti apakah menu coffee shop terbaik di Jakarta Selatan, termasuk Masalalu?

Menu Coffee Shop Terbaik:

Di Jakarta Selatan, sangat lazim bila menemukan berbagai jenis menu seperti ini di coffee shop:

1. Makanan

Mulai dari camilan ringan macam kentang goreng, kue, pisang goreng, sosis, hingga makanan berat macam nasi, pasta, dan mie. Beragam bumbu dan saus, mulai dari yang asin, manis, hingga pedas, juga ada. Rata-rata menu khas kesukaan anak muda Jakarta.

Contoh di Masalalu:

Ada empat (4) menu rice bowl di sini, seperti: beef slice, dori sambal matah, hingga iga bakar dan penyet. Ada juga chicken popcorn yang bikin ketagihan. Bentuknya yang memang seperti popcorn disertai rasa gurih nan renyah.

Bila ingin mie yang banjir kuah, ada Mie Becek di sini. Ada juga yang namanya Ramen di Masalalu. Pastinya, bikin ramen ini tidak perlu pakai mesin waktu. Tinggal tunggu lalu nikmati dulu.

Dari kelompok pasta, ada carbonara, Bolognese, dan bruule. Ada juga yang namanya bruule bombb, mulai dari 1 piece, 5 pieces, hingga 10 pieces. Kenyang, puas, dan mungkin besok-besok ingin menambah.

Menu coffee shop terbaik tidak akan lengkap tanpa adanya nasi goreng. Selain Nasi Goreng Abang-abang, Kampung, Cawit, dan Nasi Goreng di Masalalu, ada juga Nasi Goreng Gila di Masa Lalu. Mau nasi ayam saja? Ada yang rica-rica dan dabu-dabu.

Menu ayam di sini namanya ada yang lucu. Bisa dipadu dengan nasi atau kentang, silakan pesan Ayam Rapuh. Sedang kesal karena baru putus dari pacar? Pesan saja Ayam Mantan. Nikmati setiap potongan dan gigitannya hingga tandas. Setidaknya masih lebih nikmat daripada hanya memikirkan mantan. Perut kenyang, hati tidak baperan.

2. Yang bisa jadi paket

Buat yang datang bareng teman atau pacar, menu paket bisa jadi incaran. Misalnya: dua camilan dan kopi dengan satu harga pasangan saat Valentine. Yang sedang ingin berhemat namun tetap mau senang-senang akan memilih paket semacam itu.

Contoh dari Masalalu:

Mau paket yang bisa dibagi saat makan bersama teman? Ada Mr.Gepeng yang terdiri dari kentang goreng dan Es Kopi Masa Lalu. Penasaran dengan Cemilan Cepuluh? Yuk, pesan dan hitung: benarkah cemilannya ada sepuluh? Jangan lupa bagi-bagi sama teman-temanmu.

Mau kentang goreng, sosis, cireng, hingga roti bakar dan ragam menu pisang? Ada. Mau pesan canai juga bisa. Eh, ada menu yang namanya Ku Kiss Kamu, lho. Seperti apa sih, kuenya?

Nah, banyak topping suka-suka yang bisa ditambahkan ke menu pesanan. Mulai dari Mozarella, Nutella, Ovomaltine yang manis, hingga menu asin seperti sosis, bakso, telur, dan masih banyak lagi. Pokoknya, tinggal pilih.

3. Minuman

Kopi, teh, dan beragam minuman segar lainnya juga lazim ditemukan di coffee shop di Jakarta Selatan. Mulai dari kopi lokal macam kopi Jawa hingga racikan seperti latte dan cappuccino, semua mudah ditemukan di sini.

Contoh dari Masalalu:

Berbagai kopi juga ada di sini. Kalau penasaran, cobalah yang namanya se-tema dengan Masalalu. Ada Es Kopi Kasmaran, Kenangan, Di Masalalu, Merindu, Mendua, dan Mr.P. Ada juga Koreo, yaitu Kopi yang dicampur dengan remah-remah kue Oreo di atasnya. Semakin manis, mantap, dan renyah.

Belum pernah coba Spanish latte? Minuman itu juga ada di Masalalu. Kira-kira seperti apa ya, rasanya?

Sedang ingin yang selain kopi, silakan coba Milo Dinosaurus dan Rootbeer Badak. Ada lagi minuman eksperimental bernama Cream Cheese Ovaltine. Bayangkan sensasi rasa asin keju bercampur dengan krim dan manisnya susu Ovaltine di mulut.

Meskipun namanya coffee shop, bukan berarti Masalalu tidak menyediakan kawan kopi yang sesama kafein. Di sini, ada teh dengan nama unik, yaitu Teh Tarik Ulur serta Teh Tarik Mang. Ada juga Thai tea, Thai green tea, dan masih banyak lagi.

Untuk minuman segar, ada tiga (3) jenis squash yang bisa dicoba di sini. Ada Melon Squash, Lemon Squash, dan Strawberry Squash.

Nah, inilah berbagai menu coffee shop terbaik yang dapat kamu temukan di Jakarta Selatan, terutama di Masalalu. Baik sama keluarga, pacar, teman-teman, atau sendiri saja, semua menu di atas terasa enak dan mengenyangkan. Harganya pun rata-rata terjangkau.

Yuk, datangi kafe favoritmu, termasuk Masalalu tanpa harus merasa sendu. Toh, pulangnya ada rasa kenyang serta riang selalu.

Selain usaha bahan pokok, usaha jasa dan dan produk kesehatan, serta bisnis digital, usaha food and beverage menjadi salah satu sektor bisnis yang mampu bertahan di tengah pandemi. Bahkan, bisnis ini semakin menjamur.

Usaha F&B mulai dari kedai makanan cepat saji, bisnis catering, layanan transportasi makanan, hingga coffee shop menjadi usaha yang banyak dipilih pelaku bisnis. Mau tahu lebih lanjut tentang kebangkitan bisnis F&B dari pandemi ini? Simak terus artikel di bawah.

Bisnis Tahan Krisis

Hal yang mendasari kebangkitan bisnis F&B dari pandemi adalah karena bisnis makanan dan minuman tidak akan pernah kehilangan konsumen. Terutama di tengah pandemi saat di mana orang cenderung memasok makanan dan minuman untuk menghindari mobilitas di luar rumah.

Selain memasok makanan, banyak orang juga lebih sering memanfaatkan jasa pengiriman online dengan tetap berada di dalam rumah. Dengan adanya platform digital, pelaku bisnis bisa menjangkau audiens yang lebih luas.

Tidak hanya itu, banyak orang mulai menjalankan bisnis ini karena modal yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Kamu juga tidak perlu merekrut banyak karyawan. Bisnis ini menjanjikan laba harian dan margin laba yang juga relatif besar.

Dua faktor itulah yang membuat sektor bisnis ini mampu survive di tengah pandemi. Perputaran arus kas yang cepat juga sulit membuat bisnis ini mengalami kebangkrutan.

Kunci Bisnis F&B Tetap Survive di Masa Pandemi

Salah satu hal paling penting agar bisnis F&B kamu selalu menjadi pilihan dan mampu berkembang bahkan di tengah pandemi adalah food safety. Kenapa food safety penting? Hal ini tentu karena dengan menyebarnya virus Covid-19, orang mencari makanan sehat, aman, dan bersih.

Aman di sini maksudnya makanan atau minuman yang dijual tidak tercampur zat kimia, bakteri, atau virus. Karena itu, pebisnis di sektor F&B sering memperhatikan food safety dari sisi HACCP dan GMP.

HACCP dan GMP

HACCP (Hazzard Analysis and Critical Control Point) adalah standar khusus untuk menjamin mutu dan keamanan serta mengidentifikasi potensi bahaya pada makanan dan minuman. Walaupun HACCP ini bisa diterapkan di berbagai bidang industri, tapi sektor bisnis F&B yang paling sering menggunakannya.

HACCP ini diterapkan di setiap bisnis F&B mulai dari produsen bahan baku, pengelolaan, distribusi, hingga pebisnis yang menjual produk makanan dan minuman langsung ke pelanggan.

Penerapan HACCP juga dibarengi dengan penerapan GMP (Good Manufacturing Practice). GMP memantau mutu dan keamanan dari produksi makanan dan minuman. GMP sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian RI No. 75/M-IND/PER/7/2010 tentang Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik.

Alasan Kamu Harus Mulai Bisnis F&B

Dengan kebangkitan bisnis F&B dari pandemi ini, tentu kamu tidak perlu ragu untuk memulai usaha F&B milikmu sendiri. Salah satu bisnis F&B yang bertahan bahkan berkembang di masa pandemi adalah Masalalu kafe yang didirikan pada tahun 2018.

Dengan lokasi pertama di Jalan Rawa Domba No. 47A, Duren Sawit, Jakarta Timur, coffee shop Masalalu menjadi kedai kopi yang paling ramai dikunjungi di Jakarta Timur. Bahkan, dalam kurun waktu singkat, Masalalu kafe kini telah memiliki enam cabang.

Nah buat kamu yang masih ragu, berikut ini beberapa alasan kenapa kamu harus memilih bisnis F&B selain dua faktor yang sudah disebutkan di atas:

1. Perkembangan Teknologi yang Mendukung

Perkembangan teknologi telah membawa banyak pengaruh baik bagi pebisnis F&B. Dengan banyaknya aplikasi-aplikasi online yang bermunculan saat ini, bisnis ini seakan dibantu dan dipermudah dalam hal antar makanan dan menjangkau lebih banyak pelanggan. Jarak bukan lagi menjadi kendala.

2. Dapat Menyesuaikan Dengan Tren

Dengan banyaknya perubahan pola dan perilaku konsumen di pasaran, kamu tetap bisa mengimbanginya dengan banyak strategi dan inovasi. Karena itu, banyak pelaku usaha F&B mampu menyesuaikan bisnis mereka di tengah situasi pandemi.

3. Tren yang Terus Naik

Walaupun sudah sangat umum, bisnis Food and Beverage menjadi industri yang mengalami banyak peningkatan. Bahkan, banyak investor mengincar dan menginvestasikan dana mereka di sektor bisnis ini.

4. Kesadaran Wirausaha

Kebangkitan bisnis F&B dari pandemi merupakan hasil dari kesadaran banyak orang untuk menjalankan usaha mereka sendiri. Dan dibandingkan bidang usaha lain, bisnis F&B selalu menjadi pilihan yang paling banyak diminati.

Nah itu tadi alasan kenapa bisnis Food and Beverage meningkat di tengah pandemi. Kebangkitan bisnis F&B dari pandemi disertai dengan kebutuhan dasar manusia dan bagaimana mereka bisa mendapatkannya dengan mudah. Selain itu, pebisnis cenderung memilih bisnis ini karena jaminan konsumen yang tidak pernah habis dan modal yang relatif kecil.

Di tengah pandemi Covid-19, banyak usaha yang terpaksa gulung tikar. Penyebaran virus ini memberikan dampak yang cukup besar pada dunia usaha dan sektor lainnya. Namun, Ali Harahap, CEO dan Founder Masalalu Café, sangat bersyukur karena bisnis kedai kopi yang dia dirikan pada Maret 2018 mampu bertahan dan bahkan berkembang cukup pesat. Apa siasat Ali membangun Masalalu di masa pandemi? Simak terus yuk!

Beradaptasi dan Berkompetisi di Masa Pandemi

Baru-baru ini, Ali membagikan tips kepada sesama pelaku bisnis tentang bagaimana cara beradaptasi dan berkompetisi di masa pandemi. Dalam webinar Akulaku, sebagai rangkaian dari Bulan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2021, yang disiarkan secara langsung di YouTube Tribun pada Oktober lalu, Ali membagikan tipsnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ali menceritakan bagaimana dirinya membangun Masalalu kafe pada 2018 dan dengan keseriusan serta kegigihan, Masalalu kafe kini memiliki enam cabang di Pekayon Bekasi, Tebet Jakarta Selatan, Petukangan Jakarta Selatan, Cimahi Jawa Barat, dan Setiabudi Jawa Barat.

Berhasil bertahan, Ali mengaku banyak tantangan yang harus dia hadapi saat pandemi. Hal mendasar yang harus dia lakukan adalah mengurangi pengeluaran.

Penyesuaian Selama Pandemi

Beberapa penyesuaian yang dilakukan Ali sebagai siasat Ali membangun Masalalu di masa pandemi selain mengurangi pengeluaran adalah perubahan jam buka kedai. Karena pembatasan aktivitas, Masalalu juga sempat hanya melayani layanan antar dan take away.

Bagi Ali, sangatlah penting untuk mengetahui hal-hal baru dan beradaptasi dengan perubahan-perubahan tadi. Lebih lanjut, Ali mengungkapkan bahwa dia juga melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk membuat bisnisnya bertahan. Salah satunya adalah berkolaborasi dengan Akulaku Finance sebagai metode pembayaran Masalalu kafe.

Dan yang terakhir yang tidak kalah penting adalah mampu beradaptasi dengan teknologi terbaru terutama di saat pademi saat semuanya beralih serba online. Jadi, mau tidak mau, pelaku bisnis harus mau menerima perubahan pesat dalam hal teknologi.

Kenapa Masalalu Ramai Pengunjung

Masalalu kafe berada tidak jauh dari beberapa sekolah karena itu lokasinya sangat strategis. Banyak ibu-ibu yang mengantar anak mereka ke sekolah dan pekerja kantor akan mampir untuk menikmati segelas Es Kopi Masalalu untuk memberikan semangat sebelum mengawali hari.

Es kopinya yang creamy sangat cocok untuk semua kalangan bahkan bagi mereka yang memiliki masalah dengan lambung. Harga segelas kopi yang terjangkau juga menjadi alasan kedai ini banyak dikunjungi pelanggan.

Selain kopi dengan citarasa nikmat yang dibuat oleh barista berpengalaman, Masalalu kafe juga menawarkan tempat yang nyaman dan cozy untuk nongkrong bareng pacar, teman, saudara, atau bahkan mantan.

Selain menyajikan kopi, Masalalu juga memiliki menu makanan yang cukup bervariasi mulai dari Bruule Spaghetti, Nasi Goreng, Cemilan Cepuluh, Chicken Wings, Chicken Mushrooms, Ayam Mantan, hingga Ayam rapuh.

Beberapa Tips Ali Harahap Membangun Masalalu

Masalalu kafe merupakan tempat yang menawarkan ketenangan sambil mengenang masa lalu dan merencanakan masa depan. Beberapa tips Ali dalam membangun coffee shop yang paling ramai dikunjungi ini adalah:

1. Memiliki Mentor yang Tepat

Memiliki mentor dan influencer yang tepat akan mengajarkan kamu banyak hal. Dalam membangun kedai kopi, ada baiknya kamu mencari mentor dengan bidang bisnis yang sama. Dengan begitu, kamu bisa tahu apa saja yang perlu kamu siapkan dan hal-hal penting lainnya.

2. Berani Mencoba

Kamu tidak akan bisa meraih apapun jika tidak berani mencoba. Inilah tips lain dari Ali, yaitu untuk selalu berani mencoba hal baru. Dengan banyak mencoba hal-hal baru, kamu akan tahu mana cara yang cocok untukmu dan mana yang tidak efektif untuk dilakukan.

3. Selalu Belajar

Bagi Ali, terus mengamati dan belajar adalah kunci sukses dalam sebuah bisnis. Kamu bisa mengamati dan belajar dari kompetitor dan juga dari bisnismu sendiri. Terus cari tahu tren di pasar. Riset inilah yang akan membantumu menentukan langkah strategis berikutnya.

4. Bersyukur

Tidak ada orang yang tidak pernah mengalami kegagalan. Karena itu, penting untuk senantiasa bersyukur atas apa yang kamu miliki dan apa yang sedang kamu lalui. Ali yakin, dengan bersyukur, kamu akan lebih mudah untuk bangkit dan tidak terjebak di masalahmu.

5. Sabar

Dalam meraih kesuksesan, tidak ada yang instan. Karena itu, bersabarlah dan selalu upayakan yang terbaik. Latihlah dirimu untuk terus bersabar karena hasil tak akan pernah mengkhianati usaha. Cepat atau lambat, usahamu akan membuahkan hasil.

Jadi, sudah tahu kan siasat Ali membangun Masalalu di masa pandemi? Pentingnya untuk selalu tahu info-info terbaru, mengelola keuangan dengan baik, dan berkolaborasi dengan berbagai pihak berhasil membuat Masalalu bertahan bahkan berkembang hingga saat ini.

Kalau kamu belum pernah ke Masalalu, buruan singgah ke kedai kopi paling hit ini dan share momen Masalalu terbaikmu!

Masa lalu itu hanya untuk dikenang dan tidak bisa diulang. Namun, Masalalu yang ini beda. Kamu bisa banget mengulang terus di Masalalu Kafe. Gak hanya namanya unik, coffee shop yang beralamat di Jalan Rawa Domba No. 47A, Duren Sawit, Jakarta Timur ini gak pernah sepi pengunjung. Jadi, yuk kembali ke Masalalu, coffee shop terbaik di Jakarta Timur.

Pendiri Masalalu Kafe

Kedai kopi ini didirikan pada Maret 2018 oleh Ali Harahap, CEO dan Founder, Zaki Khameni Harahap, Chief Operation Officer, Hanifah Amatullah, Chief Financial Officer, Aginda Ardhya, Marketing and Partnership Director, dan Tri Lastiko, Chief Commercial Officer dari Masalalu kafe.

Masalalu kafe menjadi coffee shop terbaik dan paling banyak dikunjungi di Jakarta Timur dan menjadi kedai kopi yang mampu bertahan di tengah pandemi. Ali Harahap mengaku bahwa pandemi memberikan cukup banyak tantangan dalam bisnis yang dia jalankan.

Walaupun sempat mengurangi pengeluaran, melakukan beberapa penyesuaian seperti jam buka dan tutup, berkolaborasi dengan berbagai pihak, serta bersaing di platform digital, Masalalu kafe kini semakin berkembang dan telah memiliki enam cabang di Tebet, Duren Sawit, Petukangan, Pekayon, Cimahi, dan Cipaku.

Rawa Domba merupakan lokasi pertama dari Masalalu. Untuk Masalalu di Tebet beralamat di jalan Dr. Saharjo No.107A, Masalalu Petukangan berlokasi di jalan M. Saidi Raya, Masalalu Cimahi ada di jalan Ibu Ganirah, dan Masalalu di Cipaku berada di jalan Cipaku Indah X No.14.

Konsep yang Menarik

Bukan untuk dilupakan, Masalalu malah banyak dikunjungi pelanggan dengan berbagai latar belakang mulai dari ibu-ibu yang mengantarkan anaknya ke sekolah di pagi hari, karyawan kantor, hingga muda-mudi yang memenuhi tempat ini menjelang malam hari.

Space di coffee shop dengan tagline “Hanya Aku, Kamu, dan Masalalu Kita” ini mampu memberikan rasa nyaman dan cozy sehingga banyak pelanggan menyebut tempat ini sebagai second home. Beberapa pelanggan mengatakan bahwa menghabiskan waktu di Masalalu seperti berada di rumah.

Masalalu juga berada cukup jauh dari jalanan utama, benar-benar suasana yang mendukung buat menghabiskan quality time bersama pacar, teman, atau saudara. Coffee shop ini menawarkan area indoor dan outdoor dengan interior yang menarik.

Di area indoor, kamu bisa menemukan banyak kutipan kata-kata tentang masa lalu yang pastinya relate banget sama kamu. Salah satu contoh kata-kata di kafe ini adalah, “Terima kasih untuk kamu yang pernah singgal di MASALALU.”

Menu Bervariasi dan Unik

Selain menawarkan tempat yang cozy, Masalalu juga menyajikan kopi otentik berkualitas dan fresh ingredients. Para Barista berpengalaman akan selalu memberikan kopi dengan cita rasa tinggi buat kamu. Bukan hanya itu, chef handal juga siap memanjakan lidah dengan berbagai pilihan menu di sana.

Hal menarik dari makan dan minuman di sini adalah nama-namanya yang unik. Beberapa menu dengan nama unik adalah Es Kopi Masalalu, Es Kopi Kenangan, Es Kopi Merindu, Es Kopi Mendua, Ayam Mantan, dan Ayam Rapuh.

Buat kamu yang punya masalah dengan lambung, gak perlu khawatir saat menikmati kopi Masalalu. Es Kopi Masalalu diracik dengan rasa kopi yang sedikit pahit, tidak terlalu strong, dan campuran rasa creamy-nya pasti cocok di lidah millenial. Karenanya, banyak pengunjung yang kembali ke Masalalu, coffee shop terbaik di Jakarta Timur.

Harga minuman dan makanan di sini pun cukup terjangkau. Harga untuk satu gelas sekitar dua puluh ribuan. Kamu juga bisa memesan menu paket misalnya, Brulle Spaghetti, dua Es Kopi Masalalu, dan satu Cemilan Cepuluh yang bisa kamu nikmati rame-rame dengan hanya membayar Rp130,000.00.

Berbagi Untuk Komunitas

Tidak hanya menawarkan kopi dengan cita rasa berkualitas dan tempat yang cozy, coffee shop ini juga mengajak keluarga Masalalu untuk berkembang bersama mereka. Coffee shop ini telah mengadakan berbagai aktivitas seperti berbagi cerita, seminar dan zoom meeting dengan tema beragam.

Dengan mengikuti seminar dan meeting ini, kamu bakal dapat ilmu baru yang bermanfaat dari narasumber terbaik. Beberapa topik yang telah dibagikan adalah ilmu parenting tentang kecanduan gadget serta pengaruhnya pada perilaku anak oleh Psikolog anak dan remaja dan Founder Ruang Tumbuh, Irma Gustiana, M.Psi, Psi.

Selain mendapatkan ilmu dan teman baru tentunya, pengunjung Masalalu juga akan mendapatkan E-Certificate dan berbagai merchandize menarik.

Jadi, tunggu apalagi? Buat kamu yang ada di Jakarta dan Bandung, rugi banget kalau belum cobain sensasi kopi creamy Masalalu dan suasana cozy di coffee shop ini. Buruan kembali ke Masalalu, coffee shop terbaik di Jakarta Timur, dan share pengalaman Masalalu terbaikmu!

Salah satu bisnis yang menjamur saat ini adalah bisnis coffee shop. Tren menikmati kopi di coffee shop menjadi semacam budaya yang semakin kental di Indonesia. Menikmati secangkir kopi panas atau dingin sebelum memulai rutinitas atau sembari bersantai dengan teman menjadi lifestyle masyarakat perkotaan saat ini.

Salah satu coffee shop yang gak pernah sepi pengunjung adalah Masalalu kafe yang berada di Jalan Rawa Domba No. 47A, Duren Sawit, Jakarta Timur. Hingga saat ini, Masalalu telah memiliki enam cabang di Tebet, Duren Sawit, Petukangan, Pekayon, Cimahi, dan Cipaku. Gak heran, bisnis ini kini menjadi peluang bisnis yang mewabah di mana-mana. Apa sih yang membuat bisnis coffee shop sangat menjanjikan dan bagaimana cara memulai bisnis ini? Simak terus artikel di bawah.

Alasan Bisnis Coffee Shop Sangat Menjanjikan

Berikut ini beberapa alasan mengapa bisnis coffee shop sangat menggiurkan:

1. Konsumen yang Stabil

Alasan pertama bisnis ini sangat menggoda adalah perkembangan konsumennnya yang stabil. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Badan Pusat Statistik, konsumsi kopi per kapita penduduk Indonesia dari tahun 2002 hingga 2014 menunjukkan angka yang stabil, artinya tidak ada angka naik atau turun yang cukup drastis.

Hal ini tentu kembali lagi berkat tren menikmati kopi di coffee shop baik itu untuk benar-benar menyeruput secangkir kopi yang enak atau sekedar menghabiskan waktu bersama teman dengan ditemani minuman dengan sensasi pahit manis ini.

2. Margin Profit yang Tinggi

Bisa dibilang, bisnis coffee shop adalah bisnis yang cukup mudah dijalankan. Modal yang perlu disiapkan tidak besar tapi menjanjikan pelanggan yang tidak akan pernah habis. Modal paling tinggi hanya untuk menyewa tempat sedangkan bahan baku kopi bisa didapatkan dengan harga terjangkau.

Bisnis ini memberikan peluang omzet harian yang kemungkinan akan meningkat saat weekend atau hari libur.

3. Tidak Pelu Menu Rumit

Berbeda dengan bisnis kuliner, kamu gak perlu repot-repot memikirkan banyak menu untuk kedai kopimu. Cukup kopi sederhana yang bisa kamu tambahkan dengan varian rasa seperti green tea, susu, krim, moka, atau yakult.

Untuk makanan pendamping, cukup tawarkan snack ringan untuk menemani pelanggan bercengkerama bersama teman. Kamu bisa menjual French fries, sandwiches, roti bakar, sosis bakar, atau tahu crispy.

4. Tempat Tidak Harus Mewah

Alasan keempat kenapa bisnis coffee shop sangat menggiurkan adalah kamu gak perlu repot menghabiskan modal dengan mencari tempat yang luas dan mewah. Yang terpenting adalah ada tempat yang nyaman untuk pelanggan bisa duduk dengan santai dan menikmati kopi.

Tidak harus mewah tapi lebih baik mencari tempat yang strategis. Kamu juga bisa menambahkan fasilitas seperti WiFi dan colokan listrik.

Tips Membangun Bisnis Coffee Shop yang Sukses

Buat pemula, berikut ini ada beberapa tips untuk memulai usaha kedai kopi yang sukses:

1. Buat Perencanaan Secara Matang

Saat memulai usaha apapun itu, melakukan perencanaan matang sangatlah penting. Buatlah business plan mulai dari konsep yang ingin kamu tawarkan, kopi apa saja yang akan masuk menu, harga kopi, di mana kamu akan menjual kopi, tempat untuk membeli biji kopi berkualitas dan peralatan coffee shop, serta promosi yang harus dilakukan.

2. Cari Tahu Varian Kopi yang Sedang Hit

Lakukan riset kecil-kecilan tentang varian kopi yang saat ini sedang populer. Kamu bisa melakukan riset dengan mengunjungi berbagai coffee shop dan bertanya varian kopi apa yang biasanya paling laris. Dari sini, kamu bisa menentukan varian kopi apa saja yang harus masuk ke menu coffeeshop-mu.

3. Mencari Supplier Biji Kopi yang Tepat

Memilih penyedia biji kopi berkualitas sangatlah penting karena kamu pasti ingin pelangganmu terus kembali ke kedai kopi mu kan? Kamu bisa mengunjungi penghasil kopi bercita rasa tinggi di beberapa daerah dan mencicipi kopi mereka, kemudian menentukan dengan siapa kamu akan bekerjasama.

4. Menentukan Lokasi

Selain rasa kopi yang berkualitas, tempat yang strategis juga menunjang keberhasilan coffeeshop-mu. Carilah tempat yang strategis dengan akses mudah dan cukup sering dilalui orang. Kamu bisa memilih tempat yang dekat dengan sekolah, kampus, atau gedung perkantoran. Pastikan juga persaingan di lokasi tersebut. Pastikan tempat yang akan kamu sewanya nantinya memiliki sistem pembuangan yang baik serta parkir luas.

5. Pengelolaan Keuangan

Seperti yang disampaikan Ali Harahap, CEO dan Founder coffee shop paling ramai di Jakarta Timur, Masalalu Café, pengelolaan uang merupakan hal krusial dalam bisnis. Kamu harus memiliki laporan keuangan sehingga pengeluaran dan pendapatan bisa senantiasa dipantau secara akurat.

Nah itu itu empat alasan kenapa bisnis coffee shop menjadi usaha yang mewabah bahkan di tengah pandemi saat ini. Dengan tips di atas, kamu gak perlu ragu lagi untuk segera memulai usaha kedai kopimu. Semoga bermanfaat!

Di Jakarta, kafe baru yang bermunculan terbilang cukup banyak. Beberapa dari kafe-kafe baru tadi ada yang hanya sekedar menawarkan tempat untuk nongkrong hingga ada yang menyajikan fine dining. Sayangnya, tak banyak dari tempat tadi yang selalu ramai dikunjungi pelanggan.

Namun, ada satu kafe di Jakarta Timur yang gak pernah sepi pengunjung mulai dari tempat ini berdiri. Masalalu cafe yang berada di Jalan Rawa Domba No. 47A, Duren Sawit, Jakarta Timur ini sudah ramai dari pagi apalagi saat menjelang sore. Apa sih rahasia kafe ini bisa survive dan beradaptasi bahkan di tengah pandemi sekarang ini? Yuk kenalan lebih dekat dengan Ali founder Masalalu kafe.

Masalalu, Kafe Paling Ramai di Jakarta Timur

Dari namanya saja, kafe ini sudah cukup menarik perhatian orang buat berkunjung. Kafe ini juga memiliki tagline unik, yaitu Hanya Aku, Kamu, dan Masalalu Kita. Tak heran, tempat ini selalu ramai setiap malamnya. Parkiran dari motor sampai mobil selalu berderet di jalan di depan kafe.

Tidak hanya itu, area di depan kafe yang cukup luas pun dipenuhi banyak pelanggan yang ingin mencicipi minuman dan beragam menu makanan yang ada di sana. Lokasinya cukup dekat dari beberapa sekolah namun jauh dari jalan utama. Karena itulah, banyak pengunjung mengatakan mereka seperti berada di rumah saat mengunjungi Masalalu.

Ali Founder Masalalu Kafe

CEO dan Founder Masalalu Café yang berdiri sejak 10 Maret 2018 ini adalah Ali Harahap. Pria yang sebelumnya sudah menjajal berbagai profesi mulai dari announcer, Project Management Coordinator, sampai IT officer ini mengaku bahwa pandemi membawa cukup banyak tantangan dalam bisnisnya.

Namun dengan tekad dan keseriusannya menjalankan bisnis, selain di Duren Sawit, kini Masalalu Cafe telah memiliki 6 cabang yaitu di Pekayon Bekasi, Tebet Jakarta Selatan, Petukangan Jakarta Selatan, Cimahi Jawa Barat, dan Setiabudi Jawa Barat.

Awal Mula Mendirikan Masalalu

Sebelum mendirikan Masalalu, Ali merupakan sales otomotif. Keinginan untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga merupakan motivasi Ali untuk memulai usaha ini. Saat istrinya mengandung, Ali memutuskan memulai usaha coffee shop dengan harapan bisa melihat perkembangan anaknya setiap hari. 

Di tahun 2018 itulah Ali memutuskan berhenti bekerja dan fokus membangun bisnisnya sendiri. Tepatnya tiga bulan sejak Masalalu dibuka, kafe ini sudah melakukan sharing profit pertamanya. Selain menawarkan tempat yang cozy dengan cita rasa kopi nikmat, Masalalu juga sering mengadakan aktivitas seperti berbagai cerita masa lalu dan pagi hari produktif.

Pentingnya Pengelolaan Keuangan

Bagi Ali founder Masalalu, dalam menjalankan usaha baik itu bisnis kecil atau besar, yang terpenting adalah pengelolaan keuangan yang sangat baik. Bagi Ali, sangat berbahaya dan beresiko apabila pelaku usaha tidak memiliki pengelolaan keuangan bagus terlebih jika mereka tidak bisa membedakan pendapatan pribadi dan bisnis.

Ali mengaku dari awal dirinya membangun usaha kafe, dia sudah membentuk tim dan memikirkan segala pengeluaran mulai dari bahan baku hingga gaji karyawan. Dia menambahkan pentingnya financial planning untuk menjaga cash flow keuangan usahanya.

Tantangan di Masa Pandemi

Walaupun kini sudah memiliki enam cabang dan kafe yang selalu ramai dikunjungi, bukan berarti pandemi sama sekali tidak memberikan tantangan bagi Ali founder Masalalu. Dalam Webinar Akulaku pada Oktober tahun ini, Ali berbagi tentang berbagai penyesuaian yang harus dilakukan di awal pandemi.

Selain banyak mengurangi pengeluaran, Ali bersama timnya juga beradaptasi dengan jam buka dan tutup kafe sesuai kebijakan dari Pemerintah. Baginya, mengetahui hal-hal baru sangatlah penting. Dia juga mengungkapkan bahwa berkolaborasi dengan berbagai pihak juga membantu bisnisnya bertahan bahkan berkembang hingga sekarang.

Salah satu kolaborasi yang Ali lakukan adalah dengan Akulaku Finance sebagai metode pembayaran. Selain itu, memahami teknologi di masa pandemi juga sangat krusial. Terutama ketika pandemi, hampir semua transaksi dilakukan secara online. Karena itu, Ali menekankan pentingnya melek teknologi.

Karena banyak orang mulai membatasi kontak langsung, banyak pelaku bisnis juga berpindah ke platform digital. Apabila tidak bisa beradaptasi dengan teknologi baru, pelaku bisnis tidak akan mampu bertahan.

Selain fokus dengan Masalalu kafe, Ali Harahap juga memiliki bisnis lain, yaitu fashion brand muslim wear, Alif, bisnis frozen food, Masafood, dan startup tech di bidang agrobisnis, Belafarm.

Nah sudah tahu kan siapa orang hebat di balik kafe yang paling ramai di Jakarta Timur? Dengan tekad, kegigihan, pengelolaan uang yang sangat baik, kolaborasi dengan banyak pihak, serta mampu bersinergi dengan teknologi, Ali founder Masalalu mampu membuat bisnisnya bertahan di masa pandemi dan berkembang hingga saat ini.

Jejaki MASALALU Kita

Stay Updated

Saran dan kritik serta berlangganan kabari dariku, masukkan tentang kamu di bawah ini ya!

Your Cart

Tidak ada produk di keranjang.

#dirumahsaja — Free Shipping on All Orders
WhatsApp

Hubungi Aku

cart